Rabu, 04 April 2012

Stress

Pernah merasa dalam keadaan penuh tekanan? Tugas sekolah yang menumpuk, nilai IP yang jeblok, ditolak gebetan, melakukan hal yang membuat kita malu di depan orang banyak? Kalu sudah begini, seolah pengin teriak “bunuh aja gw!” saking banyaknya masalah dan kita engga tau gimana cara menyelesaikan masalah itu.

Keadaan tertekan yang kamu alami ini sering disebut “stress”. Ini adalah keadaan dimana kita mengalami rasa tegang secara emosional maupun fisi, yang sebenarnya merupakan respon terhadap tekanan lingkungan.  Jadi jangan ngerasa aneh kalo kamu sedang stress karna hal ini merupakan respon normal terhadap sebuah keadaan yang kita anggap mengancam atau mengacaukan keseimbangan diri kita.

Seorang fisiologis, Hans Selye, merupakan orang pertama yang mempelajari reaksi fisik makhluk hidup terhadap stress. Menurutnya, kita punya pola yang spesifik dan konsisten saat berhadapan dengan tekanan. Perubahan tersebut merupakan usaha tubuh untuk beradaptasi terhadap tekanan tersebut. Selain itu, menurut Melinda Smith, M.A., Ellen Jaffe-Gill, dan Jeanne Segal, Ph.D., kontibutor yang banyak membahas mengenai topic stress di HELPGUIDE.org, ketika kita mempresepsikan diri sedang berada dalam keadaan berbahaya, system syaraf kita akan meresponnya dengan melepaskan hormone stress, termasuk di antaranya adrenalin dan kortisol.

Hormon-hormon ini membangunkan system tubuh untuk melakukan tindakan darurat. Makanya jangan heran kalau disaat stress, jantung kita akan berdetak lebih cepat, otot tegang, tekanan darah meningkat, bernafas lebih cepat, dan seluruh indera menjadi tajam. Perubahan fisik ini akan meningkatkan kekuatan dan stamina kita, membuat kita bekerja dengan lebih cepat dan focus.

Respon kita terhadap stress sebenernya merupakan cara tubuh menjaga diri kita. Kalau bekerja dengan benar, stress sebenarnya akan membantu kita untuk tetap focus, energik, dan sigap. Dalam kondisi darurat, stress bahkan bisa membantu kita agar lebih kuat. Makanya jangan heran kalau kita sering merasa ada kekuatan ekstra dikala kita sedang kesulitan. Misalnya saja, saat kita hamper tertabrak mobil, tiba-tiba kita bias saja melompat begitu jauh sehingga selamat.

Stress dibagi menjadi dua jenis yaitu eustress (stress yang positif), yang bias membuat kita jadi termotivasi dan focus, hanya berlangsung singkat, membuat kita menjadi tertantang , dan meningkatkan performance kita. Jenis lainnya adalah distress yaitu stress yang negative. Karakteristiknya adalah mengakibatkan kecemasan, bias terjadi dalam waktu yang singkat maupun lama, membuat seseorang menjadi tidak mampu melakukan sesuatu, menurunkanperformance, dan mengakibatkan adanya masalah mental dan ,fisik

  
Stop Stress!!!

Keadaan stress sebenernya engga bias dihindari. Karena itu, stress sendiri engga akan bisa dihilangkan, tapi bisa diatur sehingga kita bisa menjadikannya sesuatu yang positif. Ngga percaya? Ikuti dulu langkah-langkah ini!

a.       Manajemen Stress

Stress itu bisa dikontrol, caranya? Coba kendalikan pikiran dan emosi kita, buat diri lebih lebih teratur dan organized. Dalam keadaan yang teratur dan terkontrol, kita bisa erpikir lebih jernih dan keluar dari tekanan kita.



b.      Curhat sama temen

Engga ada yang lebih indah dari suatu persahabatan selain saling menguatkan di saat salah satunya sedang dalam tekanan. Jadi kalau sedang stress datangi sahabat-sahabat sejatimu. Momen bercanda ‘engga penting’ bersama mereka bisa menjadi obat stress yang mujarab.



c.       Rileks

Dallam keadaan stress adalah penting untuk belajar berpikir tenang atau rileks. Carranya banyak, bisa mendenggarkan music yang kamu suka, menonton film yang dimana terdapat artis favoritmu di dalam film tersebut, jalan-jalan sore bersama teman-temanmu. Lakukan sesuatu yang membuat kamu senang, pasti rasanya lega banget.

1 komentar: