Selasa, 22 Februari 2011

Hubungan Antara Ilmu Matematika Dengan Ilmu Psikologi

HUBUNGAN ANTARA ILMU MATEMATIKA DENGAN ILMU PSIKOLOGI

Pengertian matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dan semua orang pasti mempelajari ilmu tersebut, mulai dari yang tidak bersekolah sampai yang bersekolah tingkat tinggi.

Psikologi tidak lepas dari matematika,karena teori-teori dalam matematika akan digunakan di dalam ilmu psikologi.Banyak teori-teori yang kita pelajari saat belajar matematika namun hanya sedikit teori yang berhubungan dengan psikologi seperti teori logika, himpunan, statistika dll

Saya mengambil data dengan tema : “Seberapa jauh matematika di minati oleh pelajar”
Dari data yang saya dapat dari 15 orang  yang saya tanyai, hasilnya adalah :
5 orang menyukai matematika dan 10 orang menyukai matematika.

- Adapun alasan mereka menyukai matematika adalah :

  1. Mereka menganggap bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan
  2. Keingintahuannya tinggi
  3. Guru yang mengajarkan memberikan rumus-rumus yang singkat yang dapat dengan mudah di pahami oleh para murid.
  4. Mereka dapat dengan mudah mendapatkan solusi rumus apa yang akan dipakai dalam menghadapi soal-soal matematika
  5. Suasana saat belajar sangat kondusif, sehingga apa yang diajarkan akan mudah diserap oleh para murid

- Alasan mereka yang tidak menyukai matematika adalah:

  1. Tidak mengerti bagaimana cara menghitung rumus-rumus yang membuat mereka pusing.
  2. Guru yang mengajar mamberikan materi dengan cara berbelit-belit yang hanya di mengerti oleh guru tersebut.
  3. Lambat dalam menghitung
  4. Suasana dalam belajar tidak kondusif sehingga membuat pelajar tidak berkonsentrasi dalam belajar.
  5. Mereka lebih suka menghafal dibandingkan menghitung.
                Orang yang mengerti matematika akan menghadapi dunia dengan pemikiran yang rasional,kritis dan sanagat kompleks dalam memandang dunia ini karna mereka menggunakan otak kanan dan otak kirinya. Sehingga mereka dapat menyelaraskan segala sesuatunya. Dan orang yang paham akan matematika adalah orang yang dinamis, yang suka dengan tantangan. Berbeda dengan orang yang hanya menyukai hafalan, mereka lebih cenderung memakai otak kanan. Mereka yang tidak menyukai matematika memandang dunia secara lebih simpel.
    So, mulai dari sekarang belajarlah untuk menyukai matematika, karna kalian tidak akan rugi bila mempelajarinya. Jangan mudah menyerah jika mengalami kebuntuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika, tetap semangat dalam mengerjakannya.
    Dari data yang saya dapat, sekitar 24% menyukai matematika dan 76% tidak menyukai matematika.