Selasa, 15 Maret 2011
Selasa, 22 Februari 2011
Hubungan Antara Ilmu Matematika Dengan Ilmu Psikologi
HUBUNGAN ANTARA ILMU MATEMATIKA DENGAN ILMU PSIKOLOGI
Pengertian matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dan semua orang pasti mempelajari ilmu tersebut, mulai dari yang tidak bersekolah sampai yang bersekolah tingkat tinggi.
Psikologi tidak lepas dari matematika,karena teori-teori dalam matematika akan digunakan di dalam ilmu psikologi.Banyak teori-teori yang kita pelajari saat belajar matematika namun hanya sedikit teori yang berhubungan dengan psikologi seperti teori logika, himpunan, statistika dll
Saya mengambil data dengan tema : “Seberapa jauh matematika di minati oleh pelajar”
Dari data yang saya dapat dari 15 orang yang saya tanyai, hasilnya adalah :
5 orang menyukai matematika dan 10 orang menyukai matematika.
- Adapun alasan mereka menyukai matematika adalah :
- Mereka menganggap bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan
- Keingintahuannya tinggi
- Guru yang mengajarkan memberikan rumus-rumus yang singkat yang dapat dengan mudah di pahami oleh para murid.
- Mereka dapat dengan mudah mendapatkan solusi rumus apa yang akan dipakai dalam menghadapi soal-soal matematika
- Suasana saat belajar sangat kondusif, sehingga apa yang diajarkan akan mudah diserap oleh para murid
- Alasan mereka yang tidak menyukai matematika adalah:
- Tidak mengerti bagaimana cara menghitung rumus-rumus yang membuat mereka pusing.
- Guru yang mengajar mamberikan materi dengan cara berbelit-belit yang hanya di mengerti oleh guru tersebut.
- Lambat dalam menghitung
- Suasana dalam belajar tidak kondusif sehingga membuat pelajar tidak berkonsentrasi dalam belajar.
- Mereka lebih suka menghafal dibandingkan menghitung.
Orang yang mengerti matematika akan menghadapi dunia dengan pemikiran yang rasional,kritis dan sanagat kompleks dalam memandang dunia ini karna mereka menggunakan otak kanan dan otak kirinya. Sehingga mereka dapat menyelaraskan segala sesuatunya. Dan orang yang paham akan matematika adalah orang yang dinamis, yang suka dengan tantangan. Berbeda dengan orang yang hanya menyukai hafalan, mereka lebih cenderung memakai otak kanan. Mereka yang tidak menyukai matematika memandang dunia secara lebih simpel.
So, mulai dari sekarang belajarlah untuk menyukai matematika, karna kalian tidak akan rugi bila mempelajarinya. Jangan mudah menyerah jika mengalami kebuntuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika, tetap semangat dalam mengerjakannya.
Dari data yang saya dapat, sekitar 24% menyukai matematika dan 76% tidak menyukai matematika.
Refrensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika
Selasa, 30 November 2010
Manusia dan Pandangan hidup
Manusia dan Pandangan Hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman, pegangan, arahan, serta menjadi suatu petunjuk hidup manusia. Pendapat atau pertimbangan tersebut merupakan hasil pemikirin manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.Ada 3 macam pengklasifikasian pandangan hidup:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berasal dari ideologi yaitu pandangan hidup yang berasal dari norma dan kebudayaan yang berada dalam Negara tersebut.
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.
Sumber: http://nsatrio.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
Manusia dan Keadilan
Manusia dan Keadilan
Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karma dala kehidupannya manusia menghadapi keadilan/ketidakadilan setiap hari. Oleh karena itu, keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreatifitas manusia. Contohnya, apabila seseorang mendapat ketidakadilan dalam hal pekerjaan maka ia akan berusaha untuk menunjukan kebenaran agar ia mendapat keadilan dengan cara mengoptimalkan kinerja kerja ia, agar dapat terlihat mana yang benar dan mana yang salah.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."
Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup berrnasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain.
Sumber : http://saiedbelajarngeblog.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html
Manusia dan Penderitaan
Manusia dan Penderitaan
Manusia memiliki dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Ada kalanya manusia merasakan sebuah kebhagiaan/kesenangan dan ada kalanya manusia merasakan penderitaan. Di balik penderitaan yang di rasakan oleh manusia tersimpan kenikmataan yang tiada tara.
Karena dalam ajaran agama Islam, diajarkan bahwa penderitaan adlah cobaan yang menjadikan tolak ukur seberapa dekatnya kita dengan Sang Pencipta. Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya itu sendiri. Maka kita seharusnya mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karna jika Tuhan hanya memberikan kebahagiaan kepada manusia maka hanya akan menjadikan manusia itu sendiri menjadi tidak pernah bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan nikmat dan kebahagiaan
Penderitaan itu sendiri berasal dari kata derita, kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menanggung/menahan. Derita artinya menanggung/merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir ataupun batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Akibat penderitaan bermacam-macam. Ada yang mendapatkan hikmah besar dari suatu penderitaan, ada juga yang menyebabkan kegelapan dan kesengsaraan dalam hidupnya.
Sumber : http://exalute.wordpress.com/2009/03/29/manusia-dan-penderitaan/
http://arisudaryatno.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-penderitaan.html
Manusia dan Keindahaan
Manusia dan Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang artinya adalah bagus, cantik, elok, molek, dan permai. Keindahan bersifat universal tidak terikat dengan perseorangan, waktu, tempat, selera, dan mode. Dan manusia itu tidak dapat lepas dari keindahan, karena apabila manusia itu sendiri rapi dan selaras (contoh: selaras pakaian apa yang kita pakai, warna yang selaras akan tercipta keindahan bila di pandang). Coba kalau kita pakai pakaian yang acak-acakan, warna tidak selaras, memakai pakaian yang tidak pas dengan ukuran tubuh, apakah akan tercipta keindahan??
Jawabannya pasti tidak, maka kita harus menyelaraskan apa yang kita pakai, merapihkan apa yang kita pakai, dsb. Karena apabila tercipta keindahan maka akan tercipta pula kenyamanan dalam hidup dan rasa senang dalam hati kita.
Keindahan meliputi:
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual
- Dll
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik).
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalarn arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu. lni memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering.disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony). kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu. lni memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering.disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony). kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Langganan:
Postingan (Atom)